Ak8media.Com - Meninggalnya Choirul Huda kiper persela lamongan pada minggu (15/10/17) nampaknya membuat perasaan suporter persela l...
Insiden tersebut berawal dari serangan yang dibangun oleh tim semen padang yang kemudian diahalau oleh kiper persela khoirull huda, namun na’as saat dalam melindungi gawang agaar tidak terjadi kebobolan khoirul huda justru mendapatkan benturan dengan sesama pemain persela, benturan tersebut mengakibatkan khoirul huda tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit umum Dr. Soegiri Lamongan.
Pada laga tersebut persela lamongan berhasil memenagkan pertandingan dengan skor 2-0, namun nampaknya kemenangan persela lamongan harus dibayar mahal, berita duka menghampiri suporter persela lamongan, tepat pada pukul 17.15 kiper senior sekaligus kapten tim persela Lamongan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Dr. Soegiri, tak khayal berita tersebut membuat kesedihan yang mendalam baik dari tim persela sendiri maupun dari pihak suporter persela Lamongan, ribuan suporter berdatangan menuju rumah sakit Dr. Soegiri untuk menjemput dan membawa jenazah ke rumah duka yang kebetulan tidak begitu jauh dari tempat rumah duka, jenazah kemudian di makamkan di pemakaman umum pagerwojo dengan iringan suara takbir ribuan suporter persela Lamongan.
Choirul Huda yang sekaligus sebagai kapten persela Lamongan, merupakan saksi perjalanan persela dalam menapaki persepakbolaan di kanca nasional, selama 18 tahun khoirul huda sudah berseragam biru langit persela lamongan, Perjalanan karirnya tak langsung merasakan atmosfer riuh khas sepakbola kasta tertinggi Indonesia. Huda pertama kali masih berkutat di Divisi II atau level kasta IV Liga Indonesia. Persela akhirnya mulai melejit sejak kedatangannya. Promosi ke Divisi I pada 2001 sebelum naik kasta ke Divisi Utama, dua tahun berselang.
Empat tahun kemudian, persela lamongan atau yang kerap dengan julukan "Laskar Joko Tingkir" sukses promosi ke Indonesia Super League (ISL) pada 2007. Kesetiaan dan loyalitas Choirul Huda terhadap persela nampaknya sudah tak patut untuk dipertanyakan lagi, meskipun banyak tawaran untuk dipinang oleh klub besar dengan gaji yang mahal nampaknya tidak menjadikan Huda untuk kepincut meninggalkan persela lamongan.
Choirul Huda pernah mengungkapkan betapa cintanya kepada persela, menurutnya “ persela adalah sudah menjadi bagian dari hidup saya dan saya menolak tawaran dari klub besar dengan gaji yang besar juga, menurut saya bukan semata tentang materi semata tapi saya adalah seorang putera daerah tak pantas jika saya harus meninggalkan persela hanya demi uang semata, berseragam persela adalah kebanggaan tersendiri sebagaimana saya membela tanah leluhur saya kota lamongan” ungkap Choirul Huda pada tahun 2016 lalu, dikutip (viva.co.id).
Tak banyak pesepakbola Indonesia yang berstatuskan one man club alias hanya tampil untuk satu klub. Dan, kiper Persela, Choirul Huda, menjadi salah satu pemain yang menyandang status tersebut. Kesetiaannya berseragam Persela pun diganjar oleh pemerintah daerah setempat.
Huda akhirnya diberikan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil. “Selamat jalan cak Hud selamat jalan sang legendaris semoga amal ibadahmu diterimah di sisihnya, terimah kasih untuk semuanya kami tidak melupakan jasa-jasamu untuk tim kebanggan laskar joko tingkir hingga sampai nafas terakhirmu kau dedikasikan untuk tim kebanggaan kami persela Lamongan, sekali lagi terimah kasih sang legenda persela Choirul Huda”. Ungkap salah satu suporter loyalis persela Lamongan (tommy)



COMMENTS