Surabaya, Pelantikan DPW dan DPD Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia (APKLI) se-Jawa Timur yang dilaksanakan pada Minggu 7 Januari 2018,...
Surabaya, Pelantikan DPW dan DPD Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia (APKLI) se-Jawa Timur yang dilaksanakan pada Minggu 7 Januari 2018, dihadiri oleh petinggi-petinggi APKLI sepeti Presiden APKLI, Sekjen APKLI dan jajarannya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua umum DPD APKLI Sidoarjo Aris Winarto berpendapat pasca pelantikan bahwa banyak peluang PKL yang kurang dioptimalkan contohnya di daerah Sidoarjo, terdapat banyak permasalahan PKL yang belum terselesaikan seperti penataan PKL yang kurang maksimal dilakukan oleh Pemda mengakibatkan PKL tidak teratur di beberapa tempat.
"APKLI Sidoarjo akan bersinergi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk memaksimalkan potensi dari PKL yang ada di Sidoarjo," ungkap Aris dalam pelantikan DPW dan DPD APKLI Jawa Timur di Foodcourt Uripsumoharjo Surabaya, Minggu (7/1/2018).
Hal senada disampaikan oleh ketua umum DPW Jatim Suko Tjahyono menuturkan rencana kedepan yang akan dijalankan untuk menata PKL menjadi lebih baik lagi.
Menurut Suko di Jatim ini terdapat 4,8 juta PKL yang memiliki hak untuk bersama-sama menyukseskan usahanya serta membutuhkan sentuhan, saluran, dan kekuatan untuk menyatukannya.
"kami siap menata ulang PKL demi ketertiban bersama pemerintah," ungkapnya
“PKL harus ditata bareng-bareng karena kalau saling menyalahkan tidak akan dapat menyelesaikan masalah,” tandasnya.
Sementara itu Presiden APKLI Ali Mahsun yang menyampaikan sambutannya dengan semangat yang berapi-api, bahwa APKLI telah memiliki program menjalankan lima pilar Revolusi PKL Indonesia, yakni revolusi lahan usaha dan perumahan PKL Indonesia, revolusi keuangan dan bank Kaki Lima Indonesia.
Kemudian, revolusi pergudangan, barang dan jasa PKL Indonesia, revolusi teknologi dan informasi, serta revolusi percepatan perang gerilya.(Supon)


COMMENTS