Ronald Pratama Poetra Kader HMI Unesa Ak8media.com - Belum lagi tuntas masalah gaji rendah, guru honorer mendapat berita duka yang me...
![]() |
| Ronald Pratama Poetra Kader HMI Unesa |
Ak8media.com - Belum lagi tuntas masalah gaji rendah, guru honorer mendapat berita duka yang mencoreng dunia pendidikan nasional. Ya, tak satupun mengira pada hari kamis 01-02-2018 menjadi akhir dari seorang guru bernama ahmad budi cahyono berpulang kepada allah SWT. Tak seorangpun bahkan tak dirinya sendiri, pagi itu dengan niat mencerdaskan anak bangsa serta mencari nafkah bagi istri yang telah hamil muda mendapat perlakuan tak pantas dari murid yang di didiknya dengan kasih sayang.
Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMAN 1 torjun, sampang, madura itu masih berumur 27 tahun. Nuansa kasmaran nan romantis masih dirasakan di kehidupanya karena belum lama usia pernikahan serta telah mengandung anak dari buah cinta mereka. Setelah di beri cobaan atas keguguran kehamilan pertama kini mereka diberi rezeki dimana istri mengandung kembali.
Gaji sebesar 600 ribu tak membuat guru budi berkecil hati untuk tidak mengajar di sma tersebut. memang kadang di Indonesia mencerdaskan anak bangsa tak sesuai dengan imbalanya. Guru budi tetap menjalankan aktifitas guru demi menafkahi memberi rezeki kepada keluarga baru dan calon anaknya kelak.
Tepatnya kamis semua kesenangan budi berakhir nestapa di mulai. Di jam mata pelajaran akhir dia mengajar seni rupa. Kelas XI menjadi akhir kelas yang dimasuki oleh budi. Ditengah pelajaran salah satu siswa sangat aktif mengganggu pelajaran. Mulai dari bergurau dengan temanya dan mengganggu temanya, sebagai tugas seorang guru dia mengingatkan siswa tersebut untuk melanjutkan belajar dan diminta tetap tenang. Tak menghiraukan himbauan dari guru tersebut siswa kembali mengganggu temanya dan pada akhirnya siswa tak patut di contoh ini tertidur di saat jam pelajaran. Sungguh guru tidak di hargai bahkan cenderung meremehkan guru tersebut. guru honorer tersebut akhirnya membangunkan siswa dengan cara mencat pipi dengan kuas. Bukanya meminta maaf malah dengan lugasnya anak tadi memukuli guru tersebut. mencekik lehernya bahkan ketika teman teman lainya melerai malah mendapat bogem mentah dari siswa tak pantas tersebut. setelah itu kepala sekolah melerai kejadian tersebut dan guru akhirnya di persilahkan pulang.
Tak sampai di situ entah apa yang di pikirkan oleh siswa tersebut. murid tak memiliki akhlak sedikitpun ini memukuli dan menganiaya guru budi kembali.
Setibanya dirumah guru tersebut mengeluh sakit kepalanya sehingga butuh istirahat lebih cepat. Belum sempat pamit kepada sang istri yang di cintai atau bahkan mencium si jabang bayi guru budi keburu koma. Tepat pada pukul 21.40 guru honorer yang bergaji 600 ribu yang tengah menanti kelahiran si jabang bayi ini tersebut berpulang ke rahmat Allah SWT.
Naasnya guru budi meninggal dikarenakan mati batang otak lebih nestapa lagi guru ini meninggal dikarenakan di pukuli muridnya sendiri. Kini hilang sudah harapan guru budi melihat si anak kelak lahir. Hormat murid kini tak bisa di bandingkan seperti dulu. Tunduk serta patuh kepada guru menjadi hal kuno dan bahkan akan sulit kita temui pada masa yang akan datang. Guru honorer kini bukan hanya bergaji rendah namun tak punya aji di depan muridnya. Guru budi meninggal dikarenakan akhlak yang telah mati. Guru budi meninggal karena hati murid telah mati.
Apa kabar shinta dan sang anak kelak?. Si jabang bayi yang baru dia kandung selama 4 bulan saat bersalin tak akan di dampingi sang ayah. Shinta kelak hanya akan menceritakan bagaimana ayahnya memiliki kemampuan seni dan kreatifitas yang tinggi namun dengan amat di sayangkan shinta pastinya akan menceritakan kelak bagaimana ayahnya mati dikarenakan di bunuh oleh muridnya sendiri.
Hati terdiam, angkara teredam keadaan, tangis menetes luka di dada, namun hanya diam dalam doa untuk kebaikan luhur guru budi kuas mengenai pipi kini di balas dengan nyawa.
Tuntas sudah tugasmu guru budi di dunia.
Jangan kuatirkan istri dan anakmu di dunia karena Allah menjamin kehidupanya kelak.
Duka dari dalam lubuk hati ini untukmu..
Kuyakin insya.allah, guru budi akan duduk di singgasana surga dan menjemput anak serta istri kelak di sana.
Sembah sujud kami teruntuk Ahmad Budi Cahyono
Innalilahi wainailaihi roji’un
Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMAN 1 torjun, sampang, madura itu masih berumur 27 tahun. Nuansa kasmaran nan romantis masih dirasakan di kehidupanya karena belum lama usia pernikahan serta telah mengandung anak dari buah cinta mereka. Setelah di beri cobaan atas keguguran kehamilan pertama kini mereka diberi rezeki dimana istri mengandung kembali.
Gaji sebesar 600 ribu tak membuat guru budi berkecil hati untuk tidak mengajar di sma tersebut. memang kadang di Indonesia mencerdaskan anak bangsa tak sesuai dengan imbalanya. Guru budi tetap menjalankan aktifitas guru demi menafkahi memberi rezeki kepada keluarga baru dan calon anaknya kelak.
Tepatnya kamis semua kesenangan budi berakhir nestapa di mulai. Di jam mata pelajaran akhir dia mengajar seni rupa. Kelas XI menjadi akhir kelas yang dimasuki oleh budi. Ditengah pelajaran salah satu siswa sangat aktif mengganggu pelajaran. Mulai dari bergurau dengan temanya dan mengganggu temanya, sebagai tugas seorang guru dia mengingatkan siswa tersebut untuk melanjutkan belajar dan diminta tetap tenang. Tak menghiraukan himbauan dari guru tersebut siswa kembali mengganggu temanya dan pada akhirnya siswa tak patut di contoh ini tertidur di saat jam pelajaran. Sungguh guru tidak di hargai bahkan cenderung meremehkan guru tersebut. guru honorer tersebut akhirnya membangunkan siswa dengan cara mencat pipi dengan kuas. Bukanya meminta maaf malah dengan lugasnya anak tadi memukuli guru tersebut. mencekik lehernya bahkan ketika teman teman lainya melerai malah mendapat bogem mentah dari siswa tak pantas tersebut. setelah itu kepala sekolah melerai kejadian tersebut dan guru akhirnya di persilahkan pulang.
![]() |
| Achmad Budi Cahyono saat menjalani perawatan |
Tak sampai di situ entah apa yang di pikirkan oleh siswa tersebut. murid tak memiliki akhlak sedikitpun ini memukuli dan menganiaya guru budi kembali.
Setibanya dirumah guru tersebut mengeluh sakit kepalanya sehingga butuh istirahat lebih cepat. Belum sempat pamit kepada sang istri yang di cintai atau bahkan mencium si jabang bayi guru budi keburu koma. Tepat pada pukul 21.40 guru honorer yang bergaji 600 ribu yang tengah menanti kelahiran si jabang bayi ini tersebut berpulang ke rahmat Allah SWT.
Naasnya guru budi meninggal dikarenakan mati batang otak lebih nestapa lagi guru ini meninggal dikarenakan di pukuli muridnya sendiri. Kini hilang sudah harapan guru budi melihat si anak kelak lahir. Hormat murid kini tak bisa di bandingkan seperti dulu. Tunduk serta patuh kepada guru menjadi hal kuno dan bahkan akan sulit kita temui pada masa yang akan datang. Guru honorer kini bukan hanya bergaji rendah namun tak punya aji di depan muridnya. Guru budi meninggal dikarenakan akhlak yang telah mati. Guru budi meninggal karena hati murid telah mati.
Apa kabar shinta dan sang anak kelak?. Si jabang bayi yang baru dia kandung selama 4 bulan saat bersalin tak akan di dampingi sang ayah. Shinta kelak hanya akan menceritakan bagaimana ayahnya memiliki kemampuan seni dan kreatifitas yang tinggi namun dengan amat di sayangkan shinta pastinya akan menceritakan kelak bagaimana ayahnya mati dikarenakan di bunuh oleh muridnya sendiri.
Hati terdiam, angkara teredam keadaan, tangis menetes luka di dada, namun hanya diam dalam doa untuk kebaikan luhur guru budi kuas mengenai pipi kini di balas dengan nyawa.
Tuntas sudah tugasmu guru budi di dunia.
Jangan kuatirkan istri dan anakmu di dunia karena Allah menjamin kehidupanya kelak.
Duka dari dalam lubuk hati ini untukmu..
Kuyakin insya.allah, guru budi akan duduk di singgasana surga dan menjemput anak serta istri kelak di sana.
Sembah sujud kami teruntuk Ahmad Budi Cahyono
Innalilahi wainailaihi roji’un
ditulis oleh : Ronald Pratama Poetra Kader HMI Unesa




COMMENTS