Ak8media.com - Di zaman sekarang, kita akrab melihat anak-anak usia balita hingga sekolah dasar (SD) lekat dengan ponsel atau gadget. ...
Ak8media.com - Di zaman sekarang, kita akrab melihat anak-anak usia balita hingga
sekolah dasar (SD) lekat dengan ponsel atau gadget. Dengan ponsel pintar
tersebut, anak sangat mudah mengakses permainan atau hiburan seperti
menonton video kartun.
Sudah bukan rahasia lagi jika cara paling
mudah untuk membuat anak anteng dan tidak rewel dengan memberikannya
sebuah gadget. Tetapi apakah cara mudah ini adalah cara yang jitu dan
tepat? Tidak. Sebab, efek yang ditimbulkannya tidak sebanding dengan
kemudahan itu.
Kecanduan gadget pada balita, bisa menyebabkan
mereka mengalami adiksi gadget atau ketergantungan pada ponsel pintar
mereka. Dan ini, tidak menyehatkan bagi fisik dan psikis si anak.
Menurut
penelitian yang dikutip dan ditulis dokter naturopati Dr. Kellyann
Petrucci di Huffingtonpost, anak-anak yang kecanduan video games di
perangkat elektronik lebih cenderung menambah berat badan dan merasa
tertekan atau cemas.
Anak-anak yang menggunakan televisi dan
komputer berlebihan membuat mereka berisiko mengalami sindrom metabolik,
langkah pertama menuju diabetes.
Lalu, mengapa anak bisa
kecanduan gadget? Psikolog di Jakarta Ratih Ibrahim, M.M. menerangkan
alasan anak bisa adiksi terhadap gadget.
"Handphone itu seolah-olah statis. Padahal ia menggunakan energi listrik dan itu ada denyutannya," katanya Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue, Jakarta Utara.
Denyutan
itu, sambung dia, adalah stimulasi yang mengakibatkan kerja di syaraf
kita terstimulasi dan dihapal oleh otak. "Sensasinya itu yang
menyebabkan kecanduan," katanya.
Sementara untuk pencegahannya,
menurut dia, sulit jika sudah masuk dalam gangguan kecanduan. Maka
sebelum anak kecanduan ponsel, ada baiknya melakukan tindakan pencegahan
dengan cara memberikan alternatif hiburan lain bagi anak. Misalnya,
melalui permainan (non-digital) yang mengedukasi atau buku (fisik).



COMMENTS