foto: Prosesi Wrokshop AK8MEDIA- Srikandi Partai Demokrat menyelenggarakan Workshop Politik Perempuan hari ini Rabu (25/04) dengan te...
![]() |
| foto: Prosesi Wrokshop |
AK8MEDIA- Srikandi Partai Demokrat menyelenggarakan Workshop Politik Perempuan hari ini Rabu (25/04) dengan tema "strategi pemenangan perempuan Partai Demokrat Jawa Timur dalam pemilihan legislatif 2018" bertempat di Kantor DPD Jawa Timur, JL Raya Kertajaya Indah no 82, Surabaya. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memetakan strategi untuk mendorong pengembangan kepemimpinan perempuan di Jawa Timur dan meningkatkan kesadaran tentang kepemimpinan perempuan dalam mewujudkan kuota penetapan KPU sekitar 30%.
Dikatakan oleh Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan Dan Pembangunan Jawa Timur, Suti'ah, perempuan Indonesia memiliki peran yang besar dari pra kemerdekaan hingga masa kini. Dalam kehidupan sosial dan profesional, perempuan juga telah berperan secara aktif, meskipun tingkat penghargaan kepada perempuan harus diakui membutuhkan perjuangan dan mengalami masa pasang-surut.
"Konsep Politik Perempuan tidak bisa lepas dari peran perempuan di dalamnya. Berkemajuan mengandung arti proses dan sekaligus tujuan yang bersifat ideal untuk mencapai kondisi unggul. Berkemajuan merupakan keharusan demi terwujudnya tatanan kebangsaan yang merdeka, adil, makmur, damai, berkemanusiaan, bermartabat dan berdaulat," tuturnya.
Gerakan inilah, kata Suti'ah menambahkan, yang menginspirasi para perempuan untuk menjadi pemimpin di lingkungan apapun dalam berbagai tingkatan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif yang besar. Di sisi lain, Workshop ini memberi semangat dan solusi kepada Srikandi Partai Demokrat Jawa Timur untuk memperoleh manfaat dan perempuan secara optimal.
"Harapannya, Workshop ini mampu menginspirasi perempuan mempunyai tekat untuk maju di Legislatif 2019 serta memahami strategi politik," ungkap Sutiah.
Saat di konfirmasih di tempat yang sama Dosen fisif Turnojoyo Madura,
Mochtar W Oetomo, Mendorong Srikandi Demokrat Harus bisa membaca strategi politik untuk bisa memetakan kantong-kantong pemilih Milenial dan suara Lansia.
"Calon Legislatif dari Partai Demokrat harus mampu membaca suara pemilih, terutama Suara Pemuda yang potensinya cukup besar yaitu sekitar 37,68% serta Lanjut usia juga cukup besar suaranya, perlu di petakan dan pendekatan-pendekatan secara kultural" paparnya
Pria yang akrab di sapa Mochtar, menjelaskan, momentum Pileg bersamaan dengan Pemilihan Persiden, maka otomatis suara pemilih juga ikut menambah, kalau dulu 2014 pemilih Pileg mencapai 65%, maka di tahun 2019 akan melonjak tajam sekitar 93%. tutup Mochtar (AL-Red)



COMMENTS