Irawan S Leksono AK8MEDIA Jakarta: Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Irawan S Leksono mengajak masyarakat Indonesia, khususn...
![]() |
| Irawan S Leksono |
Irawan mengingatkan, Hari Kebangkitan Nasional diilhami dengan berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908). Peristiwa ini diawali tumbuhnya kesadaran nasionalisme pada rakyat yang masih dalam penjajahan Belanda saat itu.
“Lahirnya Boedi Utomo adalah peristiwa bersejarah tentang kesadaran berbangsa dan bertanah air. Kesadaran nasionalisme yang tumbuh pada saat berdirinya Boedi Oetomo pada akhirnya melahirkan Proklamasi Republik Indonesia di 17 Agustus 1945,” kata Irawan saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (20/5).
Irawan mengatakan semangat untuk kembali mengenal gagasan dasar lahirnya Hari Kebangkitan Nasional perlu kembali didengungkan. Apalagi saat ini ada gejala polarisasi antar-anak bangsa hanya karena perbedaan pandangan politik.
“Janganlah seperti itu. Kita harus kembali mengingat sejarah awal bahwa bangsa ini berdiri atas nama kemajemukan dan keberagaman. Indonesia berdiri sebagai satu kesatuan karena masing-masing anak bangsa tidak mengedepankan ego. Suku Jawa sebagai mayoritas, misal, tidak memaksakan bahasa Jawa sebagai fondasi bahasa persatuan tetapi bahasa Melayu,” Irawan menyampaikan.
Ditambahkannya perbedaan dalam politik merupakan keniscayaan di negara demokrasi apalagi yang menganut multipartai, seperti Indonesia. Justru perbedaan padangan dalam politik itu seharusnya bisa memperkaya wawasan kebangsaan. Siapa pun pemimpin Indonesia bisa mendapat banyak masukan dari berbagai pendapat yang disampaikan.
“Pemimpin Indonesia itu kan berdiri untuk semua golongan tidak hanya pada pendukungnya saja. Dalam sistem perpolitikan kita, ketika negara meminta kita mengabdi maka pengabdian kita pada partai atau lembaga asal berakhir. Ini yang harus kita jalankan jika kita juga memahami makna Kebangkitan Nasional, “ Irawan Leksono memungkasi.



COMMENTS